Beranda KRIMINAL

Sembilan Pelaku Pembunuhan Pelajar SMA di Gowa Ditangkap, Satu Orang DPO

Editor :  | 
Selasa, 10 November 2020, 23:16 WITA
53
0

GOWA, Kabariki.ID–Satuan Reskrim Polres Gowa berhasil menangkap 9 orang pelaku pembunuhan pelajar SMA berinisial A (17) yang ditemukan warga dengan kondisi mengenaskan di area inspeksi Kanal pengairan Dusun Kampung Beru, Desa Panyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Minggu (8/11/2020) sekira pukul 06.04.

Setelah melakukan penyelidikan terkait peristiwa pembunuhan tersebut, Tim Anti Bandit Polres Gowa berhasil menangkap 9 orang pelaku. Sementara satu orang masih DPO.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir mengatakan, para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiyaan yang mengakibatkan korban A meninggal dunia.

“Tersangka masing-masing berinisial F, AA, S, M, A, A, I, I, R, dan satu orang DPO berinisial D. Empat orang diantara pelaku masih dibawah umur,” katanya saat merilis kasus ini di Mapolres Gowa, Selasa (10/11/2020) malam.

AKP Jufri Natsir menjelaskan, dalam peristiwa tersebut, polisi menetapkan F sebagai tersangka utama bersama istrinya inisial AA. Sementara tersangka lainnya berperan membantu tersangka F dan AA.

“Jadi motif penganiayaa ini terjadi karena F cemburu istrinya AA sering berkomunikasi dengan korban lewat WhatsApp,” jelasnya.

Karena merasa cemburu lanjut AKP Jufri Natsir, tersangka F kemudian menyusun rencana dan mengajak tersangka lainnya untuk melakukan penganiayaan terhadap korban.

“F mengumpulkan teman-temannya dan mengatakan bahwa ada persoalan ‘Siri na Pacce’. F kemudian menyuruh istrinya AA untuk janjian dengan koran di pinggir Kanal Bajeng,” lanjutnya.

Setelah berada di TKP, F bersama teman-temannya bersembunyi dan berjaga-jaga. Ketika melihat istrinya AA dipeluk dan berteriak, F bersama teman-temannya kemudian menganiaya korban.

“F kemudian menusuk bagian perut sebelah kiri korban menggunakan badik hingga usus korban terburai,” kata AKP Jufri Natsir.

Setelah melihat korban terkapar, para tersangka pun melarikan diri menggunakan mobil pickup.

“Barang bukti yang diamankan dari peristiwa ini yakni 1 buah badik, mobil pickup yang digunakan tersangka, ponsel milik korban dan motor korban,” tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan pasal 80 ayat 3 tentang perlindungan anak nomor 35 tahun 2004 ancaman hukuman 15 tahun penjara. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here